Terima kasih
Kalau datang gelombang, jangan membawa menyamping perahumu, apalagi membalikkan untuk mengubah tujuan. Gelombang seyogyanya harus dihadapi dan terantisipasi sambil kamu bertawakkal. Karena pada dasarnya, tidak ada gelombang yang tidak berlalu.
Kalaulah kita mau menggapai pulau harapan di balik fatamorgana, harus berani melepaskan tambat perahu dari dermaga. Kita tidak harus takut kehilangan pandangan pantai yang indah saat sekarang ini. Bahkan kita mau bertarung menantang samudra dan badai yang ada. Kita tidak ragu kehilangan segalanya karena ada spirit, ada hati, ada budaya, ada adat, ada agama yang menjadi kompas kita.
(H. Syahrul Yasin Limpo)